KLINIK HIPNOTERAPI SURABAYA
Ribuan barang antik dipamerkan dalam Festival WR Soepratman di atrium Kaza City, Surabaya, Sabtu( 10/11). Jenisnya pun bermacam-macam, mulai dari spare part sepeda onthel keluaran Belanda, piringan hitam, koin, jam dinding, radio, perangko, hingga majalah anak-anak bobo edisi pertama. Benda-benda ini merupakan koleksi milik kolektor dari berbagai daerah.
Namun jangan dikira hanya orang tua saja yang mengisi pameran. Generasi milenial pun juga turut terlibat. Salah satunya adalah Heru, 26, warga Tambaksari. Ia bahkan membawa ratusan koleksi, mulai barang berukuran besar hingga ukuran kecil seperti korek api keluaran tahun 1800-an.
Heri mengjelaskan, meski kebanyakan kolektor adalah orang tua, namun saat ini, sudah banyak anak muda yang mulai tertarik untuk mengoleksi barang antik, seperti ia dulu. Diakui kesukaannya pada barang antik gara-gara sang kakek yang lebih dahulu mengoleksinya. Akhirnya, ia pun tertarik mengikuti jejak sang kakek dan serius berjualan sejak 2014. “ Meski didominasi orang tua, namun anak muda juga banyak yang suka, bahkan di Surabaya ada ada komunitasnya,” paparnya.
Untuk barang yang paling diminati masyarakat? Heri mengaku, hal itu relatif. Yang pasti semakin lama tahun produksinya, semakin sulit dicari, dan tentu saja semakin mahal.
Pameran adalah salah satu sarana pengenalan sejarah. “ Sembari membeli kan pasti mereka tanya,-tanya, kita juga harus tahu detail barang dan tahun pembuatannya, jadi sekaligus dapat ilmu,” paparnya.
Direktur Utama Kaza City Mall, Rudi Hartono menyampaikan, festival ini dibuat dalam rangka menghormati pahlawan. “ Karena mal kami letaknya dekat dengan makam WR. Soepratman, maka kita kita putuskan untuk membuat peringatan khusus untuk WR. Soepratman,” paparnya KLINIK HIPNOTERAPI SURABAYA.
Komentar
Posting Komentar